Benjamin Anggoro.
Scan to open
Description
Tuan bermata coklat itu tak lagi menyesap selinting nikotin. Sebab, ia sudah menjadikan senyumku sebagai candu yang dapat menawarkan rindu. Ia berhenti mencari jeda di antara kepulan asap, karena kini jeda itu hidup di dalam mataku—di setiap diam yang diam-diam memanggilnya untuk pulang. Katanya, ada sesuatu yang lebih menenangkan daripada sekadar melupakan diri: menemukan tempat untuk kembali, meski hanya lewat sepasang mata yang menunggu.
Supported Language
Indonesian
Get more from Telegram with Nicegram!
Unlimited accounts, AI inside chats, one-tap group summaries, and smart typing tools (traslate + rewrite).
Upgrade your Telegram